Showing posts with label #Laugh #Bendi. Show all posts
Showing posts with label #Laugh #Bendi. Show all posts

Saturday, August 11, 2012

Skype-ing

.... , Baru saja berbincang via skype dengan salah seorang sahabat yang sedang jauh. Mulanya bertukar kabar dan keadaan masing-masing. Lama kelamaan mulai mencakup masalah hidup dan personal. Mendadak dia tanya, "Apa target lo dalam hidup.?" Kemudian dengan polosnya gue menjawab, "Gue sedang membuat target gue semenjak gue kehilangan target awal tahun ini." Kemudian gue tersenyum sedikit miris dan dia tertawa. Dan gue jadi ikut tertawa. Menertawai kehidupan yang sedang gue jalankan sekarang tentunya.

Dia berkata, "Setiap orang hidup pasti punya masalah. Gue sedang mencari apa yang nyaman untuk gue." Demikian gue, membatin. "Ada kalanya kita memang terpuruk dan jatuh, tapi lo gak mungkin terus-terusan jatuh dan diam aja kan..? Realitas di depan lo gak pernah segampang lo pikir, dan gue mengingatkan lo." tambahnya. Mendadak ada bulir yang tertahan diujung mata, yang gue tutupi dengan tawa.

Kami banyak berbincang wara-wiri. Rasa rindu dengan acara kumpul-kumpul yang sudah hampir gak pernah terjadi, disertai percakapan-percakapan masa lalu yang turut mampir tadi. Masa-masa dimana kegilaan demi kegilaan berlalu. Dia rindu masa itu, demikian gue. Kemudian dia memberitakan kepulangannya sebentar lagi dan rencananya untuk stay dalam waktu sedikit lebih lama. Rasanya ingin waktu itu cepat datang, ingin segala kebersamaan bisa terulang lagi. Meskipun telah banyak yang berubah, telah banyak yang terjadi, tapi gue harap gue selalu siap untuk apapun kondisi yang akan terjadi nantinya. 

Gue rindu Bendi. :')

Rindu setiap momen demi momen kusut yang selalu berhasil membuat tawa pecah, sedih dan duka lenyap. Rindu orang-orang yang selalu ada dan tersenyum untuk gue disaat gue bahkan hampir lupa caranya tersenyum. Rindu berdebat tentang hidup dan hal-hal yang menyertainya. Rindu aroma kehangatan yang nyaris gak pernah gue rasakan lagi. Gue rindu wejangan-wejangan manis saat gue sedang sulit. Dan terima kasih yang teramat, pagi ini gue menemukannya kembali. Gue kembali menemukan langkah yang sempat hilang. Rasanya hangat, meskipun hanya percakapan sesaat.

Tuhan selalu luar biasa. 

Semoga nanti, ada waktu dimana satu momen kita bisa saling tertawa bersama lagi, ya. :)

Wednesday, May 02, 2012

Konkow

.... , Sepanjang siang sampai malam tadi gue menghabiskan waktu untuk bercengkrama a.k.a ngobrol ngalor ngidul sama kawan lama. Bendi. Beberapa hari sebelumnya, gue juga menghabiskan waktu bersama mereka untuk sekedar makan malam di Nasi Goreng Pakde langganan. Kebersamaan yang gak bisa dibayar pakai apapun. 

Waktu itu, beberapa diantaranya baru selesai bermain futsal rutin, seorang baru pulang kopdar dan seorang mengkhususkan datang untuk berkumpul. Walaupun formasinya gak sempurna, tapi untuk menciptakan momen tanpa ada acara tertentu ini sudah menjadi kegiatan yang susah dilakukan. Karenanya, saat itu sangat berharga. Buat gue.

Siang ini diawali dengan keinginan seorang kawan untuk menyantap gultik (gulai tikungan) yang terletak dikawasan Bulungan, Blok M. Setelah puas makan, kami bergeser ke seven eleven yang tepat berada di seberangnya. Kondisi yang penuh karena ternyata ada event KPJ (Kumpulan Penyanyi Jalanan) yang berulang tahun di Wapres (Warung Apresiasi) yang ada didekat situ, mengharuskan kami duduk dekat pintu masuk yang menghadap ke arah Plaza Blok M. Suasana semakin malam semakin ramai dan padat.

Obrolan mengalir. Dari permasalahan pekerjaan, interview, mobil sampai tokoh F4 di Meteor Garden. Menyenangkan. Perdebatan iseng mengenai asal-usul Dumbledore di film Harry Potter, formasi Power Ranger saat bertransformasi, bagaimana bentuk serat batu kali, dan semakin larut obrolan semakin kusut.

Namun memang beginilah kami. Kekusutan inilah yang tetap menyatukan kami. Dan kebersamaan semacam ini... harta yang berharga buat gue. Keluarga kecil yang selalu bisa membuat gue tertawa bahkan saat gue ingin menangis. 

Good newsnya, salah seorang sahabat akan dilamar bulan Juni nanti! Ah... Bahagianya. :")

Bendi memang selalu penuh kejutan. Baik, buruk, senang, sedih. Nano-nano. Yang bagaimanapun rasanya, tetap menyenangkan.. 

Saturday, February 11, 2012

rain drop

.... , di mobil, berdelapan, dengan seorang perempuan kecil diantaranya. ngobrol ngalur ngidul, kadang hening, kadang terpana memandangi bulir-bulir air yang datang keroyokan.. sesaat terasa hangat karena sebuah kebersamaan, sesaat terasa dingin karena hujan deras dan pandangan buram, kaca berembun. gue salah dua perempuan yang ada disini, yang pasang posisi persis kaya lagi ada disarang penculik yang lagi mau bawa kabur anak orang.
obrolan malam ini di mobil, mewakili kondisi masing-masing pribadi yang ada disini. obrolan 'pengacara' alias pengangguran banyak acara alias lulusan kuliahan yang masih belum jelas arah mau kemana, mau bagaimana dan masih tetep coba colek sana sini mencari kecocokan. ada yang baru menamatkan gelar sarjananya, ada yang baru resign dari kerjaannya setelah 1 bulan mencicipi 'hasil keringat', ada yang uda lulus bertahun-tahun dan belum cukup hoki untuk mendapat pekerjaan, ada yang uda kerja dan berusaha betah dengan kerjaannya, ada yang masih kuliah, dan ada juga yang menikmati apapun yang dia kerjakan. cuma satu yang jelas disini, tempat tujuan kita sama. hari ini, apa yang kita pikirkan sama, ingin rehat sejenak dari rutinitas dan kepura-puraan untuk selalu kuat menghadapi dunia.
suasananya memang mendadak sedikit dramatis, kadang tak peduli ritme lagu yang terpasang, kita tetap punya lamunan masing-masing dan tetap tidak fokus dengan topik pembicaraan. sesekali berbagi pengalaman, bertanya mengenai sesuatu permasalahan dan menemukan solusi bersama. bergosip tentang artis-artis dan situasi politik, ekonomi sampai industri musik. semuanya mengalir begitu saja ketika bersama, dimanapun, tanpa perlu diarahkan.
persahabatan itu sesederhana senyuman tulus, mampu memotivasi hati dan keinginan untuk tetap bersama.. untuk mampu maju dan tersenyum bersama. :)

Wednesday, February 08, 2012

Moments

.... , Kalau di catatan Harian Mas Boy, Ario bilang "Keluarga adalah nasib yang harus kita terima, sementara teman adalah keluarga yang kita pilih." Salah satu keluarga gue ialah Bendi. Bendi itu bukan nama orang, tapi nama wilayah di daerah Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Letaknya sekitar Jl. Delman Utara - Selatan, Komplek Seskoal.
Awalnya Bendi itu sekumpulan anak-anak yang tumbuh besar dan berkembang dilingkungan yang sama. Dan gue, salah satu yang diperkenalkan dan diperkenankan ada disana dan tumbuh tua bersama tanpa mengenal masa kanak-kanaknya. Bendi, secara spesifik menamakan dirinya "Qoesyoed".
Pertama kali kenal Bendi itu kelas 2 SMA. Diajak main sama Arif ke salah satu rumah temannya, namanya Adi. Pertemuan kedua sekitar tahun 2008, di rumah gue - yang kebetulan waktu itu baru pindah ke Tangerang - dengan personil Arif, Adi, Kiki dan Krisna. Inget banget waktu itu malem-malem main kerumah sampai diportal security komplek. Pertemuan ketiga itu adegan diculik ke anyer tanpa baju ganti. Personilnya sama, nambah Dedi. Jadilah itu pertemuan paling berkesan setelah gue dipaksa berenang dan berhasil menghilangkan kunci mobil di lautan seluas anyer. Pertemuan keempat terjadi gak sengaja di Blok M Plaza. Papasan pas mau nonton. Personilnya Arif, Adi, Kiki, Chandra dan Tety. Pertemuan kali ini gue dapet tantangan harus bisa ngajak ngobrol Chandra dan berhasil. Pertemuan berikutnya di Senayan City, dalam rangka nonton bareng. Kali ini ada Fhami. Pulangnya kita ngetem di depan Plasa Senayan kaya angkot lagi nungguin penumpang.
Dan banyak awal-awal pertemuan yang kebanyakan udah gue lupa, tapi selalu berkesan. Kadang kesannya gak enak, tapi itulah yang bikin kangen.
Makin kesini, makin kenal, makin sayang. Pertengahan tahun 2009, hampir tiap hari selalu bareng sama mereka. Sekedar nonton, makan, nongkrong, ngobrol, sampai main ke kota cuma buat ngeliat kupu-kupu yang lagi terbang disana. Liburan bareng ke anyer - dan gue hampir ngilangin baju, yang ternyata hanyut lagi ke pantai - ; main uno sambil dicurang-curangin; main truth or dare sampe bongkar aib-aib; upload foto aib buat lucu-lucuan di facebook, sampai bikin grup namanya "Brengsek Community" dan masing-masing dari kita punya jabatan yang gak lazim. Motto kita: "We are D'Brengsexxx, but We love a Milk" . Bendi selalu punya istilah yang gak ada di KBBI. Pas jaman-jamannya grup ini geger, kita selalu punya "buli-buli" buat istilah 'menganiaya secara halus' dan "mamam" buat sesuatu yang aneh. Bahkan sampai sekarangpun ada istilah "mistis" yang jadi keyword buat penghuninya.
Dari tahun baruan, arisan, bakti sosial ke pesantren, masak, belanja, hunting buku, bahkan sampai hal-hal yang gak enakpun selalu bareng. Ya, susah senang selalu sama-sama. Terasa banget solidaritasnya, dimana satu sama lain selalu bisa saling menutupi kekurangan yang lain. Menariknya, keberagaman kita itu gak saling mempengaruhi. Melakukan apa yang disukai, tanpa saling merugikan.
Gue bangga pernah kenal sama mereka, gue banyak belajar dari mereka dalam hal akademis maupun sosial. Perbedaan gak pernah jadi alasan untuk gak saling menyayangi dan berbagi. Buktinya, meskipun tiap lagi doa makan pasti gue bengong dan melipat tangan sendirian. Meskipun gue hampir jadi perempuan satu-satunya yang gak berkerudung di Bendi. Tapi gue selalu nyaman ada ditengah-tengah perbedaan itu. Dan gue merasa sangat terlindungi.
Gak perlu jadi orang lain untuk bisa diterima disuatu tempat. Jadilah diri sendiri dan lo akan layak ada disana. So, Friendship doesn't count miles or opportunity.. its measured by heart.